Minggu, 06 Agustus 2023

Subnetting IPv4 Metode Variabel Lenght Subnet Mask (VLSM)

 VLSM

Menurut Fathurhoho VLSM adalah jenis perhitungan subnetting dimana panjang subnet mask yang  kita berikan akan disesuaikan dengan banyaknya jumlah host di setiap subnet tersebut.

Menurut Novan Purba Wasesa VLSM merupakan salah satu cara melakukan subnetting IP Address yang didasarkan pada jumlah host/komputer yang ada pada jaringan komputer yang ada pada komputer dan jumlah kmputer pada setiap jaringan berbeda-beda.

Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan VLSM adalah jenis subnetting IP Address yang dimana panjang subnet mask disesuikan dengan banyakanya jumlah host di setiap subnet tersebut.

Subnet mask

Menurut Amakiri Welekwe subnet mask IPv4 adalah urutan 32-bit satu (1) diikuti oleh blok nol (0).Yang menunjukan awalan jaringan,sedangkan blok nol menunjukan pengidentifkasi host.

Subnetting

Menurut Amakiri Welekwe subnetting adalah proses membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil yang dikenal sebagai subnet.

Supernetting

Menurut Amakiri Welekwe supernetting adalah kebalikan langsung dari subnetting,dimana beberapa jaringan digabungkan menjadi satu jaringan besar yang dikenal sebagai supernet.

Contoh penerapan VLSM

Saya memiliki IP dengan rentang IP 192.168.2.0/24 yang terdiri dari 4 jaringan yaitu LAN A,LAN B,LAN C,dan LAN D.

LAN A membutuhkan 28 host

LAN B membutuhkan 59 host

LAN C membutuhkan 14 host

LAN D membutuhkan 62 host


Dimulai dari menyusun jaringan dari yang terbesar hingga yang terkecil

LAN D  62 host

LAN B  59 host

LAN A  28 host

LAN c  14 host

Menerapkan subnetting terbesar hingga yang terkecil

LAN D dengan ID Jaringan 192.168.2.0 membutuhkan 62 host dan mencari subnetting CIDR yang mendekati 62 host yaitu 64 atau /26 dan dikurangi 2 (network ID dan Broadcast ID) 64-2=62.Jadi rentang host yang dapat digunakan adalah 192.168.2.1-192.168.2.62.

ID jaringan                :192.168.2.0

Subnetmask                 :/26

Jumalah host               :62

Host yang dapat digunakan  :192.168.2.1-192.168.2.62


LAN B dengan ID Jaringan 192.168.2.64 membutuhkan 59 host,mencari subnetting CIDR yang mendekati 59 host yaitu 64 atau /26 dan dikurangi 2 untuk network ID dan Broadcast ID 64-2=62.Jadi rentang host yang dapat digunakan adalah 192.168.2.65-192.168.2.127.

ID jaringan                :192.168.2.62

Subnetmask                 :/26

Jumalah host               :62

Host yang dapat digunakan  :192.168.2.65-192.168.2.127


LAN A dengan ID jaringan 192.168.2.129 membutuhkan 28 host,dan mencari subnetting CIDR yang mendekati 28 yaitu 32 atau /27 dan dikurangi 2 32-2=30.Jadi rentang host yang dapat digunakan adalah 192.168.2.130-192.168.2.160.

ID jaringan                :192.168.2.129

Subnetmask                 :/27

Jumalah host               :30

Host yang dapat digunakan  :192.168.2.30-192.168.2.160


LAN C dengan ID jaringan 192.168.2.162 membutuhkan 14 host,mencari subnetting CIDR yang mendekati 14 yaitu 16 atau /28 dan dikurangi 2 16-2=14.Jadi rentang host yang dapat digunakan adalah 192.168.2.163-192.168.2.177.

ID jaringan                :192.168.2.162

Subnetmask                 :/28

Jumalah host               :14

Host yang dapat digunakan  :192.168.2.163-192.168.2.177



Daftar pustaka

Fathurhoho. 2020. VLSM atau Metode Variabel Lenght Subnet Mask https://ngonfig.net/vlsm.html dikases pada 08:46 7/8/2023

Wasesa,Novan Purba. 2021. Cara Subnetting VLSM https://www.blog.adaptivenetworklab.org/2021/07/10/cara-subnetting-vlsm/ diakses pada 09:21 7/8/2023

Welekwe,Amakiri. 2023. Variabel lenght subnet mask (VLSM) Tutorial https://www.comparitech.com/net-admin/variable-length-subnet-mask-vlsm-tutorial/ diakses pada 10:02 7/8/2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MIKROTIK IP Static dan IP Dinamic

IP STATIC  Menurut Laura  IP Address Statis adalah pemberian alamat IP pada perangkat yang terhubung dalam jaringan komputer secara manual. ...